Kode Status HTTP
Referensi lengkap untuk setiap kode status HTTP dengan deskripsi dan penggunaan umum
Preparing private browser tool…
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apa bedanya 301 dan 302?
- 301 adalah pengalihan permanen, sehingga mesin pencari memperbarui indeksnya. 302 bersifat sementara, jadi URL asli tetap menjadi URL kanonis. Gunakan 301 untuk halaman yang sudah dipindahkan dan 302 saat sedang pemeliharaan.
- Kapan sebaiknya memakai 404 dan kapan 410?
- 404 berarti "tidak ditemukan, mungkin nanti ada lagi." 410 berarti "sudah hilang permanen, tidak perlu dicari lagi." Gunakan 410 untuk resource yang dihapus dan tidak akan dipulihkan.
- Apakah 418 kode status sungguhan?
- Ya, tetapi sebagai lelucon. "I’m a teapot" berasal dari RFC 2324 (April 1998). Sebagian framework menyediakannya sebagai easter egg, sebagian lain memakainya untuk rate limiting.
- Kode status apa yang sebaiknya dipakai untuk validasi formulir?
- 422 Unprocessable Entity adalah standar untuk permintaan dengan format valid tetapi datanya tidak valid. 400 Bad Request juga wajar dipakai untuk JSON yang rusak atau field yang tidak lengkap.
- Apa arti 429?
- 429 Too Many Requests, artinya klien sedang terkena rate limit. Biasanya disertai header Retry-After yang memberi tahu klien kapan boleh mencoba lagi.